KENDARI, Lensainformasi.com — Tim Buser77 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari bersama Unit Satintelkam berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah beraksi di 16 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Kota Lulo.
Pelaku berinisial HE (45), warga Kecamatan Ranometo, Kabupaten Konawe Selatan, ditangkap pada Senin (13/4/2026) dini hari sekitar pukul 02.15 WITA setelah sebelumnya tertangkap tangan oleh warga saat melakukan pencurian kotak amal di sebuah toko.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan bahwa pelaku diamankan setelah sempat diamuk massa di lokasi kejadian.
“Pelaku tertangkap tangan saat mencuri kotak amal di Toko Senyum5000, Jalan Laode Hadi, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia. Anggota langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku untuk menghindari tindakan lebih lanjut dari warga,” ujar Malau.
Setelah diamankan, pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pengembangan, pelaku mengakui telah melakukan pencurian kotak amal pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 20.30 WITA di lokasi tersebut.
Aksinya diketahui warga sehingga pelaku langsung diamankan dan sempat menjadi sasaran amukan massa.
Selain itu, pelaku juga mengaku melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor pada hari yang sama sekitar pukul 03.30 WITA di area parkiran loket pelabuhan kapal malam di Jalan Tinumbu, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari.
Pelaku menjalankan aksinya dengan menggunakan kunci motor lain untuk membuka kunci kontak kendaraan korban.
“Pelaku juga mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor di sejumlah lokasi. Berdasarkan pengakuannya, total ada 16 TKP di wilayah hukum Polresta Kendari,” jelas AKP Malau.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merek Suzuki warna putih abu-abu serta satu buah kotak amal.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolresta Kendari guna proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya TKP lain maupun keterlibatan pihak lain dalam aksi tersebut.










