KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat kinerja kredit perbankan di wilayah Bumi Anoa pada Semester II 2025 tumbuh positif sebesar 8,77 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan ini terjadi di tengah kontraksi pada kinerja aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Berdasarkan data OJK, hingga Mei 2025 total penyaluran kredit mencapai Rp41,07 triliun, naik dibandingkan posisi Desember 2024 sebesar Rp40,56 triliun, dan jauh lebih tinggi dari Juni 2024 yang tercatat Rp37,75 triliun.
Sementara itu, aset perbankan Sultra pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp48,22 triliun atau turun 1,17 persen yoy dibandingkan Juni 2024 yang mencapai Rp48,79 triliun. Dibandingkan Desember 2024, penurunan aset lebih signifikan yaitu 6,20 persen.
Kinerja DPK juga menunjukkan tren penurunan. Pada Juni 2025, DPK tercatat sebesar Rp31,39 triliun atau turun 5,91 persen yoy. Dibandingkan Desember 2024, penurunan DPK tercatat 3,01 persen. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penarikan simpanan masyarakat, seperti tabungan dan giro.
Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha menilai, pertumbuhan kredit yang terjadi didorong oleh peran aktif perbankan dalam menyalurkan pembiayaan.
Namun, ia mengingatkan pentingnya upaya lebih agresif dari industri perbankan dalam menawarkan produk simpanan dengan suku bunga yang kompetitif agar mampu menahan laju penurunan aset dan DPK.
“Pertumbuhan kredit ini positif, tetapi perbankan juga harus memperkuat penghimpunan dana agar likuiditas tetap terjaga,” kata Bismi saat menggelar Bincang Jasa Keuangan bersama awak media di salah satu cafe di Kendari, Selasa (5/8/2025).
Secara tahunan (Desember 2024 dibandingkan Desember 2023), aset perbankan Sultra masih tumbuh 4,65 persen, DPK turun tipis 0,95 persen, dan kredit melonjak 12,31 persen.












