OJK Catat Kredit Konsumtif Masih Dominasi Perbankan Sultra Hingga Juni 2025

KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, penyaluran kredit hingga Juni 2025 masih didominasi kredit konsumtif.

Dari total kredit sebesar Rp23 triliun, porsi kredit konsumtif mencapai 55,94 persen atau Rp12,8 triliun, sedangkan kredit produktif hanya 44,34 persen atau sekitar Rp10,2 triliun.

Bacaan Lainnya

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, saat Bincang Jasa Keuangan bersama awak media di salah satu kafe di Kendari, Selasa (5/8/2025), mengatakan bahwa pola ini mencerminkan karakter masyarakat Sultra yang konsumtif.

“Struktur kredit di Sultra masih berat di sisi konsumtif. Sektor ini relatif rendah risiko karena NPL (kredit bermasalah) hanya 0,98 persen, sedangkan sektor produktif justru memiliki NPL lebih tinggi, yaitu 3,02 persen,” jelasnya.

Berdasarkan data OJK, lima sektor ekonomi penerima kredit terbesar di Sultra per Juni 2025 adalah:

1. Kepemilikan peralatan rumah tangga lainnya (termasuk pinjaman multiguna) sebesar Rp15,54 triliun atau 38,25 persen.

2. Perdagangan besar dan eceran Rp7,36 triliun (18,13 persen).

3. Kepemilikan rumah tinggal Rp6,04 triliun (14,87 persen).

4. Pertanian, perburuan, dan kehutanan Rp3,61 triliun (8,90 persen).

5. Pertambangan dan penggalian Rp1,77 triliun (4,36 persen).

Bismi menambahkan, meski kredit konsumtif lebih dominan, OJK mendorong agar perbankan lebih proaktif menyalurkan kredit produktif, terutama untuk sektor perdagangan, pertanian, dan UMKM, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *