Pegawai dan Pensiunan Jadi Pengguna Keuangan Tertinggi, Nelayan dan IRT Perlu Dukungan Literasi

JAKARTA, Lensainformasi.com — OJK dan BPS merilis temuan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 yang menyoroti perbedaan tingkat literasi dan inklusi berdasarkan jenis pekerjaan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, dan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (2/5/2025).

Bacaan Lainnya

Kelompok pegawai/profesional, pensiunan, dan pengusaha tercatat sebagai pengguna layanan keuangan tertinggi, dengan indeks inklusi mencapai 95,11 hingga 100 persen.

Sebaliknya, petani, nelayan, ibu rumah tangga, dan masyarakat yang tidak/belum bekerja masih menunjukkan angka literasi dan inklusi keuangan yang rendah, dengan indeks inklusi berkisar antara 64,82 persen hingga 74,73 persen.

Kelompok ini juga tergolong memiliki literasi terendah, dengan angka di bawah 60 persen.

Menanggapi hasil ini, OJK menegaskan akan memperkuat program literasi keuangan yang lebih inklusif dan menyasar masyarakat rentan melalui program prioritas nasional, termasuk RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *