KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat bahwa tingkat inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada triwulan I tahun 2025.
Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID) di wilayah Bumi Anoa yang mencapai 117.132 rekening, tumbuh 24,64% secara tahunan (year on year/yoy).
Peningkatan tersebut didominasi oleh investor Reksa Dana yang menyumbang 70,60% dari total SID, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 22,19%.
Sementara itu, investor saham mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 32,12% yoy dengan pangsa 27,44%, sedangkan investor Surat Berharga Negara (SBN) mencatatkan pangsa 1,96%dengan pertumbuhan 16,66% yoy.
Meski terdapat peningkatan jumlah investor, nilai transaksi saham di Sulawesi Tenggara tercatat mengalami penurunan.
Hingga Maret 2025, total nilai transaksi saham mencapai Rp156,25 miliar, menurun dibandingkan Desember 2024 yang sempat menyentuh Rp353,41 miliar.
OJK Sultra menilai bahwa tren ini merupakan cerminan dari semakin tingginya minat dan kesadaran masyarakat terhadap instrumen investasi pasar modal, khususnya produk reksa dana yang dinilai lebih terjangkau dan mudah diakses.
Selain itu, edukasi dan sosialisasi yang masif juga turut berperan dalam mendorong pertumbuhan inklusi keuangan di daerah.












