OJK Sultra Latih 400 Mahasiswa Jadi Duta Literasi Keuangan Melalui Program GENCARKAN

KENDARI, Lensainformasi.com — Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan(GENCARKAN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulampua menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) kepada para mahasiswa yang terpilih sebagai duta literasi keuangan.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 20 Juni 2025 dan diikuti oleh sekitar 400 peserta dari empat perguruan tinggi di Kendari, yakni Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Kendari, IAIN Kendari, dan STIE Enam-Enam Kendari.

Bacaan Lainnya

GENCARKAN merupakan inisiatif nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%.

Selisih tersebut menunjukkan pentingnya edukasi keuangan yang lebih merata dan masif di berbagai lapisan masyarakat.

Menjawab tantangan ini, OJK meluncurkan Program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI), yang menyasar mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyebarkan pemahaman tentang produk dan layanan jasa keuangan kepada masyarakat luas, terutama dalam momentum Bulan Literasi Keuangan yang berlangsung Mei hingga Agustus 2025.

Selama pelatihan, OJK Sultra menyampaikan materi mengenai tugas dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan yang bijak, hingga bahaya aktivitas keuangan ilegal.

Sementara itu, LPS memberikan pemahaman terkait peran lembaga dalam menjamin simpanan nasabah dan cara menghadapi potensi krisis perbankan.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak literasi keuangan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu menjadi agen edukatif yang menyebarkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan pribadi yang sehat dan waspada terhadap penipuan keuangan digital yang semakin canggih,” ujarnya.

Mahasiswa juga diajak untuk mewaspadai berbagai modus penipuan keuangan digital seperti impersonation, investasi bodong berkedok kripto atau robot trading, tugas palsu untuk imbalan investasi, hingga pemalsuan bukti transfer berbasis AI dan penipuan melalui SMS palsu (fake SMS masking).

Perwakilan dari keempat kampus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“ToT ini sangat bermanfaat dalam membekali mahasiswa untuk menjadi duta literasi keuangan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah keluarga dan masyarakat, apalagi di tengah maraknya kejahatan digital dan pinjaman online ilegal,” ungkap salah satu perwakilan.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, seperti peran OJK dalam melindungi konsumen dan memberantas aktivitas keuangan ilegal, serta bagaimana LPS menjamin dana nasabah dan menanggulangi permasalahan perbankan saat krisis.

Menutup kegiatan, narasumber dari OJK dan LPS berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dan berperan aktif menyampaikan edukasi keuangan kepada masyarakat luas, demi menciptakan generasi yang cerdas finansial, waspada terhadap kejahatan finansial, serta bijak dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *