KENDARI, Lensainformasi.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, melakukan peninjauan langsung ke dua lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur MBG di Kota Kendari, Senin (29/8/2025).
Lokasi yang dikunjungi yakni di Markas Komando Satuan Brimob (Makosat Brimob) Polda Sultra dan di Yayasan Mutiara Indah Haluoleo, Tunggala.
Dalam tinjauannya, Hugua menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan dapur MBG.
Ia menilai mekanisme pengelolaan, mulai dari gudang kering, gudang basah, area memasak, hingga pencucian, sudah berjalan sesuai aturan.
“Dapur di Makosat Brimob sudah ideal, sementara di Tunggala ini swasta murni. Kita lihat mekanismenya sudah benar, kualitas makanan pun terjamin sesuai norma dan SOP yang ada,” ujar Hugua.
Hugua menyebut keterlibatan swasta dalam pengelolaan dapur MBG menjadi bukti bahwa program tersebut dapat berjalan baik.
Namun, ia mengingatkan perlunya penyesuaian bagi dapur MBG di tingkat kecamatan dan desa yang memiliki keterbatasan kapasitas.
“Di wilayah pedesaan, mungkin hanya bisa melayani 500 orang. Jadi, dapurnya bisa disederhanakan, yang penting SOP tetap dijalankan. Mutu gizi harus terjaga, makanan segar, komposisinya tepat, dan aman dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hugua menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan pasca kasus keracunan makanan di Kabupaten Buton dan Buton Tengah. Menurutnya, peristiwa itu terjadi akibat kelalaian teknis dalam pengolahan makanan.
“Belajar dari kejadian itu, SOP harus diperketat. Sertifikasi halal, ISO, dan standar lain harus dipenuhi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran terkait langkah-langkah pencegahan keracunan dalam program MBG. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh makanan bergizi yang aman dan nyaman.












