OJK Sultra Genjot Literasi Keuangan, Bidik Inklusi Capai 91 Persen Lewat BIK 2025

KENDARI, Lensainformasi.com Dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) helat Opening Ceremony Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang berlangsung di pelataran Eks MTQ Kendari, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan yang digelar selama dua hari, 25–26 Oktober 2025 ini, menghadirkan kolaborasi antara OJK Sultra dengan 34 perbankan dan 22 entitas di sektor jasa keuangan.

Bacaan Lainnya

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Anggota DPD RI Leni Andriani Surunuddin, Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra Edwin Permadi, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra Andri Permana Diputra Abubakar, serta sejumlah kepala daerah, unsur Forkopimda, dan pelaku industri keuangan di Bumi Anoa.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK Sultra dalam mendorong masyarakat agar semakin memahami pengelolaan keuangan.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita berharap dengan adanya Bulan Inklusi Keuangan ini, tingkat perkembangan ekonomi kita meningkat karena masyarakat semakin bijak menggunakan uang. Semoga uang yang dibelanjakan dapat berputar di sektor UMKM, sehingga usaha kecil kita tumbuh, masyarakat menabung, dan pada akhirnya berinvestasi untuk masa depan,” ujar Andi Sumangerukka.

Sementara itu, Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha menjelaskan tingkat literasi keuangan masyarakat Sulawesi Tenggara saat ini baru mencapai 63 persen, dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 83 persen.

Capaian tersebut masih di bawah target nasional yang ditetapkan pemerintah, yakni 91 persen pada tahun 2025.

“Target kita adalah meningkatkan inklusi keuangan hingga mencapai 91 persen pada akhir 2025. Saat ini gap-nya masih sekitar 10 persen, dan kami optimis melalui kegiatan BIK 2025 ini, masyarakat akan semakin aktif menggunakan produk dan layanan keuangan formal,” ujar Bismi.

Bismi menambahkan, OJK Sultra terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mencapai target tersebut, di antaranya dengan memperkuat kolaborasi bersama 17 pemerintah daerah kabupaten/kota di Bumi Anoa.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui program pembukaan rekening pelajar serta edukasi dan sosialisasi keuangan kepada masyarakat melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Kegiatan BIK 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti pameran produk jasa keuangan, edukasi interaktif, pembukaan rekening massal, serta program transaksi inklusif yang melibatkan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *