KENDARI, Lensainformasi.com – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra di pelataran Eks MTQ Kendari, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Oktober 2025, diikuti oleh 34 perbankan dan 22 entitas sektor keuangan.
Acara pembukaan dihadiri oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Anggota DPD RI Leni Andriani, Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra Edwin Permadi, Ketua FKIJK Sultra Andri Permana Diputra Abubakar, serta sejumlah kepala daerah, unsur Forkopimda, dan pelaku industri jasa keuangan di Bumi Anoa.
Ketua FKIJK Sultra yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan kegiatan BIK telah menjadi agenda tahunan nasional sejak tahun 2016 dan diikuti oleh seluruh industri jasa keuangan di berbagai wilayah Indonesia.
“Tujuan dari penyelenggaraan BIK 2025 ini antara lain membuka akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah 3T — tertinggal, terdepan, dan terluar. Selain itu, juga mengampanyekan budaya menabung dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk serta layanan jasa keuangan,” ujar Andri.
Andri menambahkan, pelaksanaan BIK tidak hanya menjadi momentum kampanye, tetapi juga ruang kolaborasi antara OJK, FKIJK, dan seluruh lembaga jasa keuangan di Bumi Anoa untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan.
Melalui sinergi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan secara cerdas, aman dan berkelanjutan.
Selain edukasi dan sosialisasi, rangkaian BIK 2025 juga menghadirkan pameran produk jasa keuangan, talkshow, diskusi bersama pelaku industri keuangan, lomba edukatif, hingga kegiatan sosial dan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kegiatan ini dirancang agar masyarakat dapat memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai manfaat serta risiko penggunaan produk dan layanan keuangan formal.
Andri juga melaporkan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara mengenai kiprah FKIJK yang terus memperkuat sinergi antar-lembaga jasa keuangan di bawah koordinasi OJK Sultra.
Sejak Juni 2023, Bank Sultra dipercaya menjadi Ketua FKIJK yang menaungi lembaga jasa keuangan dari tiga sektor utama: perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank.
“FKIJK merupakan wadah sinergi seluruh lembaga jasa keuangan di Sulawesi Tenggara. Melalui forum ini, kami bersama OJK terus berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui literasi dan inklusi keuangan yang merata,” tutup Andri.












