NASIONAL, Lensainformasi.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat fungsi pengawasan sektor jasa keuangan dan pelindungan konsumen melalui perluasan jaringan kelembagaan di berbagai daerah.
Pada Senin (3/11), Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat baru tingkat pusat dan daerah, sekaligus meresmikan Kantor OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Peresmian ini menandai beroperasinya kantor baru OJK yang memiliki cakupan wilayah kerja di dua provinsi tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Roadmap Pembukaan Kantor OJK Baru 2024–2027 untuk mewujudkan kehadiran OJK di seluruh provinsi di Indonesia.
Dengan hadirnya kantor baru ini, OJK menargetkan peningkatan efektivitas pengawasan lembaga jasa keuangan di daerah, termasuk pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (market conduct), serta perluasan program literasi, inklusi keuangan, dan pelindungan konsumen bagi masyarakat.
Selain itu, Kantor OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya akan menjadi simpul koordinasi strategis antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, OJK juga melantik pejabat sebagai berikut:
1. Henry Rialdi sebagai Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal;
2. Soelistio Darmawan sebagai Kepala Departemen Pengawasan Konglomerasi Keuangan;
3. Esti Sasanti sebagai Kepala Departemen Perbankan Syariah; dan
4. Budi Rahman sebagai Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Melalui penguatan struktur organisasi dan perluasan jangkauan wilayah kerja ini, OJK menegaskan komitmennya untuk hadir secara proaktif menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang adil dan berkelanjutan.












