Tak Hanya Satu Desa, Menu MBG Berjamur Beredar di Sejumlah Wilayah Tongauna Utara Konawe

KONAWE, Lensainformasi.com – Kasus ditemukannya menu snack kue sus berjamur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), ternyata tidak hanya terjadi di satu desa.

Fakta di lapangan menunjukkan, makanan tidak layak konsumsi tersebut juga beredar di sejumlah desa lain yang mendapat pasokan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, temuan kue sus berjamur pertama kali mencuat di Desa Andalambe pada Sabtu 17 Januari 2026.

Namun, dari informasi yang didapat mengungkapkan bahwa kondisi serupa juga dialami desa-desa lain di Kecamatan Tongauna Utara, seperti Desa Olua Ao, Desa Nambeaboru, dan beberapa desa lainnya.

Seorang staf kantor desa di Kecamatan Tongauna Utara, Tanjung (nama samaran), mengaku kecewa dan terkejut saat mengetahui kue sus yang telah dibagikan ternyata berjamur.

Ia baru menyadari kondisi makanan tersebut setelah melihat unggahan media sosial kader desa lain.

“Beberapa desa juga kue susnya begitu. Saya terlambat tahu. Setelah lihat story kader desa lain, saya kaget dan langsung cek,” ungkapnya, Minggu 18 Januari 2026.

“Ternyata memang sudah berjamur. Kalau saya tahu dari awal, pasti tidak akan saya bagikan. Kasihan balita, baduta, dan ibu hamil, “lanjut staf tersebut.

Menurut Tanjung, jika ditemukan makanan rusak di satu desa, maka hampir dapat dipastikan desa lain di Kecamatan Tongauna Utara juga menerima menu yang sama.

Hal itu disebabkan seluruh pasokan MBG berasal dari satu dapur SPPG yang berlokasi di Desa Nambeaboru.

“Kalau ada makanan rusak, itu bukan cuma satu desa. Semua desa di Tongauna Utara dan sekolah-sekolah juga kena, karena sajiannya sama semua,” ujarnya.

Ironisnya, berdasarkan laporan yang diterima Tanjung, sebagian kue sus tersebut telah lebih dulu dikonsumsi oleh sejumlah anak sebelum diketahui berjamur.

Menindaklanjuti temuan tersebut, operasional dapur SPPG di Desa Nambeaboru, Kecamatan Tongauna Utara, dipastikan akan ditutup sementara.

Penutupan dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh atas kinerja dan pengawasan dapur SPPG.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Konawe, Nopri Al Ikmansyah, membenarkan kebijakan tersebut.

Ia menyatakan, penutupan sementara dilakukan untuk menelusuri kesalahan dan kelalaian yang terjadi dalam proses pengelolaan makanan MBG.

“Penutupan sementara dilakukan untuk mengevaluasi kesalahan dan kelalaian yang terjadi di dapur SPPG Kecamatan Tongauna Utara,” kata Nopri, Senin 19 Januari 2026.

Nopri juga memastikan bahwa kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah III.

Laporan disampaikan tepat pada hari kejadian, Sabtu 17 Januari 2026, kepada Direktur Penanggung Jawab III Sulawesi sekaligus Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN Wilayah III, Kolonel Arm Rudi Setiawan.

“Pas hari kejadian langsung kami laporkan. Tidak ada yang kami tutup-tutupi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, seharusnya tidak terjadi kesalahan dalam distribusi menu MBG pada hari itu.

Namun, akibat kelalaian petugas dan mitra, terjadi penggabungan makanan lama dengan porsi baru yang akan dibagikan.

“Ada sekitar 400 porsi kue sus yang dibeli hari Kamis (15/1) dan disimpan. Sementara pada hari Sabtu ada 2.400 porsi baru. Karena tidak dilakukan pengecekan ulang, 400 porsi lama itu ikut tergabung dan dibagikan,” jelas Nopri.

Meski dapur SPPG telah ditutup sementara, Nopri mengaku belum dapat memastikan berapa lama penutupan tersebut akan berlangsung, karena masih menunggu hasil evaluasi internal dan arahan lebih lanjut dari pihak BGN.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *