Reksa Dana Dominasi Investasi Pasar Modal di Sultra, Jumlah Investor Tembus 123 Ribu SID

KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan pesat jumlah investor pasar modal di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga akhir tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, saat menggelar media briefing triwulan I sekaligus rapat koordinasi Satgas PASTI di Gedung Learning Center OJK Sultra, Kamis (5/3/2026).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data OJK, jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Tenggara tercatat mencapai 123.794 investor per Desember 2025, meningkat signifikan dibandingkan Desember 2024 yang tercatat 85.399 investor serta Desember 2023 sebanyak 66.984 investor.

Secara tahunan, jumlah investor tersebut mengalami kenaikan 44,96 persen (year on year/yoy).

Dilihat dari jenis instrumen investasi, reksa dana menjadi pilihan utama masyarakat dengan jumlah investor mencapai 115.653 SID pada Desember 2025 atau tumbuh 49,37 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 77.425 SID.

Sementara itu, jumlah investor pada instrumen saham tercatat 46.288 SID, meningkat 60,39 persen (yoy) dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 28.860 SID.

Adapun investor pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) tercatat 2.977 SID, meningkat 33,26 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 2.234 SID.

Dari sisi komposisi, pangsa investor terbesar berada pada instrumen reksa dana sebesar 70,13 persen, diikuti saham 28,07 persen, dan SBN sebesar 1,81 persen.

Bismi menjelaskan sebaran investor pasar modal di Bumi Anoa masih terkonsentrasi di beberapa wilayah utama.

Data OJK menunjukkan Kota Kendari menjadi daerah dengan jumlah investor terbesar yakni 30.051 SID, disusul Kabupaten Kolaka sebanyak 17.247 SID, serta Kabupaten Konawe Selatan 13.086 SID.

Selain itu, jumlah investor di beberapa daerah lainnya antara lain Kabupaten Konawe 12.507 SID, Kota Baubau 8.720 SID, Kabupaten Muna 8.399 SID, dan Kabupaten Bombana 7.132 SID.

Kemudian Kabupaten Buton 5.727 SID, Kabupaten Kolaka Utara 5.598 SID, Kabupaten Konawe Utara 3.819 SID, Kabupaten Wakatobi 3.209 SID, serta Kabupaten Kolaka Timur 2.411 SID.

Sementara itu, daerah dengan jumlah investor lebih kecil antara lain Kabupaten Buton Utara 1.849 SID, Kabupaten Buton Tengah 1.473 SID, Kabupaten Buton Selatan 1.271 SID, Kabupaten Muna Barat 867 SID, dan Kabupaten Konawe Kepulauan 428 SID.

Bismi menegaskan pertumbuhan investor tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal.

“Reksa dana masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan pangsa pasar sebesar 70,13 persen, sementara saham mencatat laju pertumbuhan tahunan tertinggi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *