PT GAP Siapkan 8 Program Pemberdayaan Masyarakat, Fokus Pendidikan hingga Infrastruktur Desa

KONAWE SELATAN, Lensainformasi.com – PT Generasi Agung Perkasa (PT GAP) menggelar Konsultasi Publik Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) sebagai bagian dari penyusunan program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Watumbohoti, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara itu melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan warga dari sejumlah desa di sekitar wilayah perusahaan.

Bacaan Lainnya

Perwakilan Direktur PT GAP, Bangkit P. Mesda, mengatakan konsultasi publik tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat lingkar tambang.

“Kami meminta dukungan dari masyarakat. Kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan untuk ikut mensejahterakan masyarakat atas keberadaan perusahaan,” ujar Bangkit.

Ia menuturkan, masyarakat diharapkan aktif memberikan masukan dan saran agar keberadaan PT GAP ke depan dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

“Dalam kesempatan ini kami meminta saran dan masukan, bagaimana PT GAP ke depannya dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan PT GAP, Yusran, memaparkan rencana program pengembangan masyarakat yang mencakup delapan sektor prioritas.

“Program delapan sektor ini meliputi pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat guna menunjang kemandirian PPM, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung program pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Mantan Ketua KPUD Konsel itu menegaskan, konsultasi publik tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan, harapan, dan program prioritas yang dibutuhkan di desa masing-masing.

“Program yang baik tidak lahir dari pemikiran tunggal ataupun keegoisan individu. Program yang baik adalah program yang dirumuskan melalui proses partisipatif, berbasis kajian yang komprehensif, serta selaras dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, PT GAP siap berdiskusi terkait delapan program konsultasi publik tersebut dan terbuka menerima kritik, saran, serta masukan dari masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala Desa Watumbohoti, Rahman, mengapresiasi pelaksanaan konsultasi publik yang digelar PT GAP.

Ia berharap program yang nantinya disusun benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan konsultasi publik ini. Terus terang, sebelumnya PT GAP telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *