KENDARI, Lensainformasi.com – Meski Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengumumkan secara resmi pergantian Ketua DPRD Sultra dari La Ode Tariala kepada Syahrul Said pada Rabu (26/11/2025), namun hingga kini proses pergantian tersebut belum juga terealisasi.
Pergantian itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor SK 28A-SK/AKD/DPP-NasDem/XI/2025 yang ditandatangani Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, di Jakarta pada 20 November 2025.
Dalam keputusan tersebut, La Ode Tariala digantikan oleh Syahrul Said sebagai Ketua DPRD Sultra untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Menanggapi belum terlaksananya pergantian, Ketua DPW Partai NasDem Sultra, Ali Mazi, menilai La Ode Tariala seharusnya memiliki rasa malu.
“Kalau saya sih malu,” ungkap Ali Mazi kepada awak media usai menghadiri Rakerwil NasDem Sultra di salah satu hotel di Kendari, Senin (20/5/2026).
Ali Mazi menegaskan penunjukan Ketua DPRD merupakan kewenangan penuh partai dan tidak dapat diintervensi pihak lain.
“Kalau partai bilang, sudah kita giliran mestinya (diganti),” ucapnya.
Anggota DPR RI dapil Sultra itu juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan sosok yang pertama kali memperkenalkan La Ode Tariala ke jajaran DPP Partai NasDem.
“Itu Tariala yang bawa saya, yang kenalkan ke pusat juga saya. Jadi ketua DPRD gratis, enak tinggal duduk,” kata Ali Mazi.












