KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ekonomi di Bumi Anoa mengalami pertumbuhan yang positif pada tahun 2024 dengan angka mencapai 5,40% (c-to-c).
Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dibandingkan tahun sebelumnya, yang berada pada level 5,35% pada 2023 dan 5,53% pada 2022.
Hal ini disampaikan oleh Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha saat kegiatan Bincang Jasa Keuangan (Bijak) bersama insan pers di salah satu restoran di Kendari, Jumat (14/3/2025).
Berdasarkan data yang dirilis OJK Sultra, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir.
“Pada 2020, ekonomi nasional mengalami kontraksi sebesar -2,03%, sementara Sulawesi Tenggara hanya mengalami sedikit penurunan sebesar -0,65%. Tren pertumbuhan positif terus berlanjut dengan angka 4,10% pada 2021 dan meningkat menjadi 5,53% pada 2022,” jelas Bismi.
Dari segi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan lapangan usaha, sektor Industri Pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi pada 2024, yaitu 12,98%, mengungguli sektor lainnya.
Sektor Administrasi Pemerintahan juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 11,98%, diikuti oleh sektor Informasi dan Komunikasi dengan pertumbuhan 7,81%.
Lima sektor utama yang berkontribusi terhadap distribusi PDRB Sulawesi Tenggara pada 2024 adalah:
1. Pertanian – 22,57%
2. Pertambangan – 18,97%
3. Perdagangan – 12,97%
4. Konstruksi – 11,90%
5. Industri Pengolahan – 9,33%
Namun, dari sisi pertumbuhan, sektor Pertanian mengalami sedikit penurunan dengan pertumbuhan 3,85%, lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 4,40%. Sektor Pertambangan juga mengalami perlambatan dari 7,99% pada 2023 menjadi 6,24% pada 2024.
Dengan capaian pertumbuhan yang positif, ekonomi Sulawesi Tenggara diperkirakan akan terus berkembang, terutama dengan dorongan dari sektor industri pengolahan, administrasi pemerintahan, serta informasi dan komunikasi.












