Investor Kripto Tembus 14 Juta, Pintu Perkuat Edukasi Mahasiswa Bersama OJK

JAKARTA, Lensainformasi.com – PT Pintu Kemana Saja (Pintu), aplikasi crypto all-in-one di Indonesia, terus menggencarkan program edukasi dan literasi keuangan digital melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah pakar.

Salah satu inisiatif tersebut adalah program Pintu Goes to Campus yang diselenggarakan di Universitas Bakrie, Jakarta.

Bacaan Lainnya

Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Djoko Kurnijanto, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Literasi menjadi salah satu pilar penting yang menjadi perhatian OJK. Inisiatif seperti Pintu Goes to Campus yang digagas Pintu bersama Universitas Bakrie dan Investortrust.id sangat membantu kami. Kami mendukung penuh kegiatan edukatif seperti ini,” ujar Djoko dalam keterangan pers, Senin (9/6).

Ia menambahkan bahwa literasi finansial, terutama dalam bentuk literasi digital keuangan, merupakan upaya yang harus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan digital.

Program Pintu Goes to Campus mengusung tema “Dunia Kripto dan Mahasiswa: Edukasi, Inovasi, dan Amankan Investasimu.” Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Djoko Kurnijanto dari OJK, Direktur Program INDEF Esther Sri Astuti, CEO Investortrust.id Primus Dorimulu, serta Chief Marketing Officer Pintu, Timothius Martin.

Menurut Timothius, program Pintu Goes to Campus telah menjangkau lebih dari 20 perguruan tinggi di seluruh Indonesia selama lima tahun terakhir.

“Ini menjadi ajang bertukar pikiran antara mahasiswa, dosen, regulator, dan pelaku industri untuk terus mencari solusi demi pengembangan industri kripto di Indonesia,” jelasnya.

Acara di Universitas Bakrie diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa jurusan Akuntansi dan dibuka secara resmi oleh OJK, kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel bersama para pakar.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian edukasi yang juga mencakup Pintu Goes to Office, sebagai upaya memperkuat literasi kripto di tengah pesatnya pertumbuhan investor di Indonesia.

Berdasarkan data OJK per April 2025, jumlah investor aset kripto telah mencapai 14,16 juta orang, dengan nilai transaksi sebesar Rp35,61 triliun.

Timothius juga menekankan pentingnya edukasi sebagai investasi utama bagi generasi muda sebelum terjun ke dunia investasi.

“Investasi terbaik di usia muda adalah edukasi. Selain itu, penting juga memahami manajemen risiko dan menjaga kestabilan emosi. Jika semua aspek tersebut sudah dikuasai, barulah kita dapat mengeksplorasi dunia investasi dengan bijak, tentunya menggunakan uang dingin,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *