KENDARI, Lensainformasi.com – Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami pertumbuhan sebesar 6,46% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan nilai kredit mencapai Rp14,45 triliun pada Januari 2025.
Pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan di Bumi Anoa tercatat sebesar 35,70%.
Hal ini disampaikan oleh Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, dalam kegiatan Bincang Jasa Keuangan (Bijak) bersama insan pers di salah satu restoran di Kendari, Jumat (14/3/2025).
Bismi menyampaikan bahwa total kredit perbankan di Sultra per Januari 2025 mencapai Rp40,47 triliun, tumbuh 12,83% secara tahunan.
“Namun, jika dibandingkan Desember 2024, kredit UMKM mengalami sedikit penurunan sebesar 0,58%,” jelasnya.
Dari segmen kredit UMKM, kredit mikro tumbuh 3,54% yoy menjadi Rp8,65 triliun, kredit kecil naik 10,67% menjadi Rp4,56 triliun, sementara kredit menengah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,91% menjadi Rp1,22 triliun.
Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) UMKM tercatat sebesar 3,03%, sedikit meningkat dibandingkan Desember 2024.
Pihaknya komitmen untuk terus mendorong perbankan untuk menjaga kualitas kredit agar tetap sehat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.












