KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 65,43 persen, sementara inklusi keuangan berada di angka 75,02 persen.
Untuk mempercepat peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan, OJK Sultra bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) telah menyelenggarakan 299 kegiatan edukasi keuangan dari Januari hingga Maret 2025.
Kegiatan ini berhasil menjangkau 141.941 peserta dari berbagai kalangan, dengan sasaran terbanyak adalah masyarakat umum sebanyak 133 kegiatan, profesi (65 kegiatan), pelajar (59 kegiatan), UMKM (36 kegiatan), serta petani dan nelayan (6 kegiatan).
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan bahwa upaya edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat (financial wellbeing), memperkuat ketahanan keuangan (financial resilience), serta mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui pemanfaatan produk keuangan yang lebih luas.
“OJK terus berkomitmen mendorong literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat lebih memahami serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan dengan baik. Hal ini juga sejalan dengan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021–2025 yang menargetkan peningkatan pemahaman keuangan di berbagai segmen masyarakat,” ujar Bismi saat kegiatan Bincang Jasa Keuangan (Bijak) bersama insan pers di salah satu restoran di Kendari, Jumat (14/3/2025).
Dalam strategi nasional tersebut, terdapat 10 sasaran prioritas edukasi keuangan, di antaranya adalah karyawan, pelajar, komunitas disabilitas, UMKM, petani dan nelayan, serta kelompok rentan lainnya.
Dengan edukasi yang masif dan kolaboratif, ia berharap masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan lebih aktif dalam menggunakan produk serta layanan keuangan secara aman dan bijak.












