KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut bahwa jaringan kantor Industri Jasa Keuangan (IJK) tersebar di berbagai sektor, meliputi perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan hal ini dalam kegiatan Bincang Jasa Keuangan (Bijak) bersama insan pers di salah satu restoran di Kendari, Jumat (14/3/2025).
Dalam sektor perbankan, terdapat 38 bank dengan total 189 jaringan kantor.
“Dari jumlah tersebut, 23 merupakan bank umum dengan 179 jaringan kantor, serta 15 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang memiliki 10 jaringan kantor,” jelasnya.
OJK Sultra juga mengawasi satu Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu Bank Sultra, serta 15 BPR yang berkantor pusat di Bumi Anoa.
Pada sektor pasar modal, terdapat empat perusahaan efek dan 10 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang memiliki total 14 jaringan kantor serta delapan galeri investasi.
Sementara itu, di sektor IKNB, tercatat 65 perusahaan dengan total 161 jaringan kantor.
Perusahaan tersebut terdiri atas delapan asuransi jiwa (14 jaringan kantor), 16 asuransi umum (20 jaringan kantor), tiga perusahaan modal ventura (18 jaringan kantor), satu perusahaan pegadaian (9 jaringan kantor), satu perusahaan dana pensiun (1 jaringan kantor), satu perusahaan penjaminan (1 jaringan kantor), serta satu perusahaan pialang asuransi (1 jaringan kantor).
Selain itu, terdapat 34 perusahaan pembiayaan yang memiliki 93 jaringan kantor.
Bismi menekankan bahwa keberadaan jaringan kantor ini menunjukkan akses layanan keuangan yang semakin luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Pihaknya terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.












