Fintech P2P Lending di Sultra Tumbuh 148,95%, Outstanding Pinjaman Tembus Rp606 Miliar

KENDARI, Lensainformasi.com – Industri Fintech Peer to Peer Lending di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra mencatat outstanding pinjaman di wilayah Bumi Anoa mencapai Rp606,6 miliar per November 2024.

Bacaan Lainnya

Angka ini menempatkan Sulawesi Tenggara di posisi ketiga se-Sulawesi setelah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, dalam kegiatan Bincang Jasa Keuangan (Bijak) bersama insan pers di Kendari, Jumat (14/3/2025), mengungkapkan bahwa pertumbuhan outstandingpinjaman di Sulawesi Tenggara mencapai 148,95% pada November 2024.

“Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang masing-masing tumbuh 85,64% pada 2021, 75,54% pada 2022, dan 36,35% pada 2023,” jelasnya.

Selain itu, jumlah rekening penerima aktif (borrower) juga mengalami peningkatan signifikan.

Pada November 2024, tercatat 116.098 rekening aktif, naik 47,15% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 78.896 rekening.

Namun, pertumbuhan ini juga diikuti oleh peningkatan tingkat wanprestasi (TWP 90), yang mencerminkan rasio kredit bermasalah.

Per November 2024, TWP 90 di Sulawesi Tenggara berada di angka 1,74%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 0,91%.

Bismi Maulana Nugraha menegaskan bahwa meskipun pertumbuhan industri Fintech P2P Lending di Sulawesi Tenggara cukup pesat, diperlukan upaya pengawasan dan edukasi kepada masyarakat agar memanfaatkan layanan pinjaman digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *