OJK Sultra: IKNB Tumbuh 2,40% di 2024, Pembiayaan Capai Rp6,61 Triliun

KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan perkembangan positif industri keuangan non-bank (IKNB) di wilayah Bumi Anoa sepanjang tahun 2024.

Berdasarkan data OJK Sultra, sektor perusahaan pembiayaan mengalami pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 2,40% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Bacaan Lainnya

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, dalam kegiatan Bincang Jasa Keuangan (Bijak) bersama insan pers di salah satu restoran di Kendari pada Jumat (14/3/2025), menjelaskan bahwa total piutang perusahaan pembiayaan pada Desember 2024 mencapai Rp6,61 triliun.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp6,45 triliun di 2023 dan Rp5,20 triliun pada 2022.

Sementara itu, tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) pada sektor ini tercatat sebesar 2,04%.

“Secara keseluruhan, sektor pembiayaan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, yang mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan permintaan pembiayaan di masyarakat,” ujar Bismi.

Namun, kinerja sektor modal ventura mengalami sedikit kontraksi. Total pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan modal ventura di Sultra pada Desember 2024 tercatat sebesar Rp61,02 miliar, turun dari Rp74,77 miliar pada 2023.

Kendati demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan posisi 2022 yang mencapai Rp51,91 miliar.

Menurut Bismi, meskipun ada penurunan kecil pada sektor modal ventura, secara keseluruhan industri keuangan non-bank di Sulawesi Tenggara menunjukkan tren yang positif.

“Kami berharap ke depan sektor ini semakin berkembang dan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *