KENDARI, Lensainformasi.com – Kinerja industri keuangan non bank (IKNB) di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada awal 2025 menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ini terlihat dari peningkatan pembiayaan perusahaan, lonjakan pinjaman fintech peer-to-peer (P2P) lending, dan kenaikan premi asuransi.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan per April 2025, nilai outstanding pinjaman fintech di Sultra mencapai Rp687 miliar atau tumbuh 150,74 persen secara tahunan (year on year), dengan total rekening tercatat 132.124.
“Meski demikian, kami tetap mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam mengakses pembiayaan,” ujarnya dalam Bincang Jasa Keuangan bersama awak media di salah satu kafe di Kendari, Selasa (5/8/2025).
Di sektor asuransi, premi pada triwulan I 2025 mencapai Rp165 miliar, naik dari Rp149 miliar pada periode yang sama 2024. Sementara itu, klaim yang dibayarkan tercatat Rp113 miliar, meningkat dibanding tahun sebelumnya Rp103 miliar.
Untuk perusahaan pembiayaan, piutang yang disalurkan pada April 2025 tercatat Rp6,75 triliun, lebih tinggi dibanding Rp6,30 triliun pada April 2024.












