Industri Jasa Keuangan Sultra Tumbuh Positif di Triwulan I 2026, OJK Catat Kinerja Perbankan hingga Fintech Menguat

KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Bumi Anoa pada Triwulan I tahun 2026 tumbuh positif di tengah dinamika perekonomian nasional.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan sektor perbankan, pasar modal, hingga layanan keuangan digital yang semakin berkembang di masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Stabilitas sektor jasa keuangan daerah tetap terjaga dengan baik, ditopang pertumbuhan intermediasi perbankan, peningkatan aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta berkembangnya layanan keuangan digital,” ujar Bismi dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).

Berdasarkan data OJK Sultra, total aset perbankan di Sulawesi Tenggara hingga Maret 2026 mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp33,76 triliun atau tumbuh 5,25 persen yoy. Penyaluran kredit juga meningkat menjadi Rp54,43 triliun atau tumbuh 4,86 persen.

Di sektor pasar modal, jumlah investor di Sultra meningkat signifikan. Hingga Maret 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 156.131 SID atau tumbuh 76,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, sektor fintech lending juga mengalami pertumbuhan positif. Outstanding pinjaman fintech hingga Desember 2025 mencapai Rp804,60 miliar atau tumbuh 28,4 persen secara tahunan.

Bismi menegaskan, OJK Sultra akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga pertumbuhan sektor jasa keuangan yang sehat dan inklusif.

“OJK Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar sektor jasa keuangan di Sultra tetap tumbuh sehat, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *