KENDARI, Lensainformasi.com – Penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga Triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp54,43 triliun atau tumbuh 4,86 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan aktivitas intermediasi perbankan di Bumi Anoa masih berjalan positif.
“Penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Tenggara masih menunjukkan pertumbuhan yang baik dan tetap didukung kualitas kredit yang terjaga,” kata Bismi dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
Berdasarkan data OJK Sultra, kredit konsumsi masih mendominasi penyaluran kredit dengan porsi sebesar 48,5 persen. Sementara kredit modal kerja mencapai 32 persen dan kredit investasi sebesar 19,6 persen.
Adapun kualitas kredit juga tetap terkendali dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) berada pada level rendah sebesar 1,85 persen.
Selain itu, Kota Kendari masih menjadi pusat aktivitas perbankan di Sultra dengan total kredit mencapai Rp23,09 triliun.
Bismi menyebut, stabilitas sektor perbankan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, OJK akan terus melakukan pengawasan agar pertumbuhan kredit tetap sehat dan mampu mendorong sektor produktif di Sulawesi Tenggara.












