KONAWE SELATAN, Lensainformasi.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit menular yang berpotensi menjadi kedaruratan kesehatan masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengikuti Rapat Koordinasi Program Kekarantinaan Kesehatan bersama Kantor Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kendari, yang dilaksanakan pada Kamis 11 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini, khususnya terhadap potensi masuk dan penyebaran penyakit berbahaya seperti Virus Ebola dan Virus Hanta, yang menjadi perhatian dunia kesehatan internasional.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya, mengatakan bahwa koordinasi dan kolaborasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan sangat penting dalam memastikan kesiapan daerah menghadapi berbagai ancaman penyakit menular yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat.
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut membahas berbagai strategi pencegahan, deteksi dini, serta langkah-langkah penanggulangan apabila ditemukan kasus yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami memperkuat sinergi dengan BKK Kelas I Kendari dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit menular berisiko tinggi, termasuk Virus Ebola dan Virus Hanta. Langkah pencegahan menjadi prioritas agar daerah tetap siap menghadapi setiap kemungkinan ancaman kesehatan,” ujar Nurlita Jaya.
Ia menjelaskan bahwa sistem kewaspadaan dini harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia kesehatan, penguatan surveilans, pelaporan cepat, serta koordinasi yang efektif antara pemerintah daerah dan instansi terkait.
Selain itu, Dinas Kesehatan Konawe Selatan juga terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan agar mampu mengenali gejala awal penyakit menular tertentu dan melakukan tindakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Nurlita menegaskan bahwa upaya pencegahan penyakit tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, dan segera melaporkan apabila terdapat kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
“Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, BKK, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, kami optimistis sistem kewaspadaan dini dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit menular sejak dini,” pungkasnya.














