Pemkab Konawe Apresiasi OJK Sultra Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Kampung Nelayan Merah Putih

KONAWE, Lensainformasi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe mendukung upaya penguatan literasi keuangan bagi masyarakat pesisir melalui kegiatan Sosialisasi Pelindungan Konsumen yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, pada Kamis (9/7/2026).

Bupati Konawe yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand, mengatakan kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena menyasar langsung kawasan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat pengembangan ekonomi pesisir di Sulawesi Tenggara.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui keterpaduan akses pembiayaan, layanan perbankan, jaminan sosial, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ferdinand menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan. Masyarakat perlu memahami manfaat pelindungan konsumen, hak, serta risiko sebelum memanfaatkan layanan pembiayaan dari lembaga keuangan.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya preventif agar masyarakat tidak terjerat pinjaman online ilegal maupun investasi bodong yang dapat merugikan kondisi ekonomi keluarga.

“Pemerintah Konawe berharap edukasi ini dapat meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha pesisir sehingga modal yang diperoleh dari perbankan dapat dikelola secara aman dan produktif. Mari mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi,” ujar Ferdinand dalam siaran pers yang diterima media ini, Jumat (24/7).

Ia juga mengapresiasi sinergi yang dibangun OJK bersama Pemerintah Kabupaten Konawe, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem keuangan inklusif di wilayah pesisir.

Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap masyarakat Kampung Nelayan Merah Putih semakin terlindungi dari berbagai bentuk kejahatan keuangan, memiliki literasi keuangan yang lebih baik, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan formal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *