MUNA, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui kegiatan edukasi keuangan di Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat, Minggu 11 Januari 2026.
Kegiatan ini menyasar masyarakat desa, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Edukasi keuangan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Januari 2026, sebagai bagian dari implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).
Program ini merupakan upaya nasional untuk mendukung pencapaian target literasi dan inklusi keuangan sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045, sekaligus mendukung Asta Cita Pemerintah.
Kegiatan dilaksanakan di lima desa, yakni Desa Bangkali Barat, Katobu, Duruka, dan Lohia di Kabupaten Muna, serta Desa Kusambi di Kabupaten Muna Barat.
Total peserta mencapai 366 orang yang terdiri dari petani, nelayan, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, aparatur desa, serta tokoh masyarakat.
Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha melalui Kepala Bagian PEPK dan LMSt OJK Sultra, Indra Natsir Dahlan, menyampaikan harapan agar edukasi keuangan dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, literasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Wilayah pedesaan masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses informasi, maraknya pinjaman online ilegal, rendahnya pemahaman perencanaan keuangan, serta meningkatnya modus penipuan berkedok investasi,” ujar Indra dalam keterangan resminya, Rabu (14/1).
Kegiatan ini turut dihadiri Pemerintah Daerah Kabupaten Muna. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Muna, La Ode Sahiruddin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan edukasi keuangan oleh OJK Sultra.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat desa dalam mengelola keuangan secara bijak serta mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal yang aman.
Dalam pelaksanaannya, OJK Sultra juga menggandeng PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara dan PT BPR Bahteramas Raha guna mendukung perluasan inklusi keuangan di wilayah pedesaan.












