KENDARI, Lensainformasi.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari berkoordinasi dengan Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AU Lanud Haluoleo Kendari dalam rangka pemeriksaan saksi terkait dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.
Pemeriksaan dilakukan pada Rabu, 25 Februari 2026 sekitar pukul 21.30 WITA, bertempat di Lanud Haluoleo Kendari.
Tim Satreskrim Polresta Kendari melaksanakan pemeriksaan terhadap Prada TH, anggota TA GPL Lanud Haluoleo, dengan didampingi piket Provost dan personel POM AU Lanud Haluoleo.
Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan perkara tindak pidana pencurian bermotor dengan tersangka MAY dan RS. Kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: B/44/I/2026/SPKT/Polres Kendari/Polda Sulawesi Tenggara tertanggal 28 Januari 2026.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menyampaikan proses pemeriksaan saksi telah selesai dan berlangsung dalam situasi aman serta kondusif.
“Dalam keterangannya, Prada TH mengaku tidak mengenal kedua tersangka secara pribadi,” kata AKP Malau kepada Lensainformasi, Kamis (26/2).
Prada TH menyebut hanya pernah bertemu satu kali saat melakukan transaksi jual beli satu unit sepeda motor Honda CRF warna merah. Motor tersebut, lanjutnya, telah dikembalikan ke Polsek Ranomeeto.
Prada TH juga mengaku tidak pernah membeli satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3 warna biru dengan nomor polisi A 5188 JH, nomor rangka MH3SE88H0KJ075016, dan nomor mesin E3R2E-2365710, baik dengan harga Rp1.700.000 maupun dalam bentuk transaksi apa pun dari kedua tersangka.
Namun demikian, Prada TH mengakui pernah membeli satu unit Honda CRF warna merah dari kedua tersangka di Dusun III, Desa Amoito Siama, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.
“Namun berdasarkan keterangan para tersangka, keduanya mengaku telah tujuh kali menjual sepeda motor hasil curian kepada Prada TH. Pengakuan tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik,” jelasnya.
AKP Malau memastikan proses penyidikan terus berjalan secara profesional dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengungkap secara menyeluruh jaringan penjualan kendaraan hasil curian tersebut.
Hingga berita diterbitkan media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.










