OJK Sultra dan Perbarindo Gelar Program Pelatihan untuk Pengembangan SDM Bank Perkreditan Rakyat

BAUBAU, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sultra menggelar pengembangan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bumi Anoa.

Pada 10 hingga 12 Februari 2025, keduanya menyelenggarakan Program Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) BPR se-Sulawesi Tenggara di Ballroom Sunset Resort, Bau-Bau. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari pelatihan serupa yang digelar pada tahun 2024 di Kabupaten Kolaka.

Bacaan Lainnya

Dalam acara pembukaan, Bismi Maulana Nugraha, Kepala OJK Sultra menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara OJK dan Perbarindo untuk memperkuat SDM sebagai langkah strategis dalam membangun industri BPR yang lebih tangguh dan kompetitif.

“Kolaborasi ini merupakan kunci untuk membangun industri BPR yang tangguh dan berdaya saing,” kata Bismi Maulana dalam siaran pers yang diterima media ini, Minggu (16/2).

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh pejabat eksekutif BPR di Sulawesi Tenggara dan mengusung tema “Maximize Your Potential and Sense of Belonging to Overcome Challenges”.

Dr. Ahmat, SE., MM, Ketua Perbarindo Sulawesi Tenggara, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari visi bersama untuk mempersiapkan talenta-talenta BPR yang mampu beradaptasi dengan perubahan dinamika industri keuangan.

Metode pembelajaran yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Problem-based Learning (PBL), yang memungkinkan peserta untuk berpartisipasi langsung dalam pemecahan kasus nyata di industri BPR.

Mutsafar Jais, Pengawas Pertama OJK dan PIC program, mengungkapkan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif para peserta.

Arya Prabu Rizal, Kepala Bagian Pengawasan LJK OJK Sultra, yang juga merupakan inisiator program, menekankan pentingnya membangun rasa kepemilikan yang kuat terhadap institusi BPR.

“Rasa kepemilikan yang kuat terhadap institusi akan mendorong setiap SDM untuk memberikan kinerja terbaiknya,” tegasnya.

Pelatihan ini mencakup empat area pengembangan utama, yaitu penguatan kompetensi teknis perbankan, pengembangan kepemimpinan dan manajemen tim, akselerasi kapabilitas digital, serta pembentukan budaya kerja unggul.

Selain itu, program ini juga menyediakan platform bagi para peserta untuk berjejaring, bertukar praktik terbaik antar BPR, memperkuat sinergi antar institusi, dan mengembangkan inisiatif kolaboratif.

Hasil positif dari pelatihan SDM sebelumnya telah terbukti dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah, penguatan budaya kolaborasi, akselerasi inovasi layanan, serta peningkatan kualitas pelayanan nasabah.

Dengan adanya sinergi yang terus berlanjut antara OJK Sultra dan Perbarindo, diharapkan industri BPR di Sulawesi Tenggara dapat terus berkembang, semakin profesional, dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *