KENDARI, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat total penyaluran kredit di Bumi Anoa mencapai Rp22 triliun pada Januari 2025.
Dari jumlah tersebut, kredit konsumtif mendominasi dengan porsi 55,54%, sementara kredit produktif hanya 44,46%.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan hal ini dalam kegiatan Bincang Jasa Keuangan (Bijak) bersama insan pers di salah satu restoran di Kendari pada Jumat (14/3/2025).
Ia menjelaskan bahwa meskipun kredit konsumtif masih lebih tinggi, tren pertumbuhan kredit produktif menunjukkan perbaikan.
“Kami melihat ada peningkatan pada kredit produktif di Januari 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. Ini menjadi indikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi di Sultra,” ujar Bismi.
Lima sektor ekonomi dengan penyaluran kredit terbesar di Sultra yakni:
1. Pemilikan peralatan rumah tangga dan pinjaman multiguna – Rp15,44 triliun (38,54%)
2. Perdagangan besar dan eceran – Rp7,27 triliun (18,15%)
3. Pemilikan rumah tinggal – Rp5,68 triliun (14,20%)
4. Pertanian, perburuan, dan kehutanan – Rp3,45 triliun (8,63%)
5. Pertambangan dan penggalian – Rp1,98 triliun (4,95%)
Dari sisi rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL), NPL kredit produktif per Januari 2025 berada di angka 2,55%, sementara NPL kredit konsumtif lebih rendah, yakni 1,01%.
Dalam perbandingan tahunan (year-on-year), pertumbuhan kredit konsumtif menunjukkan tren positif dengan peningkatan 17,54% pada Januari 2025.
Sementara itu, kredit produktif yang sempat mengalami kontraksi pada awal 2024 mulai membaik, tumbuh sebesar 7,39% pada Januari 2025.
Bismi menegaskan akan terus mendorong peningkatan kredit produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.












