KENDARI, Lensainformasi.com – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Wakatobi menyepakati lima program strategis sebagai tindak lanjut hasil rapat evaluasi tahun 2026 yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kesepakatan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperluas akses keuangan formal, memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro di wilayah kepulauan.
Salah satu program prioritas yang akan dipercepat adalah Program KEJAR Sentosa melalui peningkatan kepemilikan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dengan target capaian sebesar 89 persen.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34.186 pelajar di Kabupaten Wakatobi telah memiliki rekening SimPel. TPAKD menargetkan penambahan sekitar 2.000 hingga 3.000 rekening baru sekaligus memperkuat kualitas pelaporan sebagai persiapan mengikuti KEJAR Award 2026.
Selain itu, TPAKD juga akan mengoptimalkan Program Kredit Melawan Rentenir Modal Sentosa melalui peningkatan plafon pembiayaan tanpa bunga dari Rp5 juta menjadi Rp10 juta guna memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha mikro.
Program lainnya yang akan diperkuat adalah Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pusat layanan keuangan masyarakat di tingkat desa.
TPAKD juga akan memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja rentan dan tenaga non-ASN, disertai peningkatan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif terhadap praktik investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan keuangan lainnya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Wakatobi, Darwis Rachim, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program TPAKD membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Program TPAKD bukan sekadar memenuhi target administrasi, melainkan menjadi instrumen strategis dalam mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi pelaku UMKM serta masyarakat hingga ke wilayah kepulauan,” kata Darwis.
Sementara itu, peningkatan literasi pasar modal akan didukung oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui kemudahan akses investasi saham bagi masyarakat lewat fitur BEYOND pada aplikasi wondr by BNI.
Melalui berbagai program tersebut, TPAKD Wakatobi diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses layanan keuangan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.












