HIM 2026, OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda

NASIONAL, Lensainformasi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian/Lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait terus memperkuat budaya menabung sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah membangun kemandirian finansial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye berkelanjutan untuk memperkuat budaya menabung sejak dini sekaligus mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), salah satunya melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin.

Turut hadir Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Anggota DPD/MPR RI Ratu Tenny Leriva, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, Wakil Wali Kota Palangkaraya Achmad Zaini, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar, serta pimpinan dan asosiasi industri jasa keuangan.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.100 peserta yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, secara nasional tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Meski telah melampaui target, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah capaian nasional sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.

Ia menambahkan, OJK bersama kementerian dan lembaga memiliki komitmen untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi anak-anak di Indonesia.

Sementara itu, dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyampaikan bahwa kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan kemampuan mengendalikan diri.

“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” ujar Dicky.

Menurutnya, masyarakat perlu memaknai menabung sebagai kebiasaan menyisihkan uang, bukan sekadar menyisakan uang. Kebiasaan tersebut dapat memberikan ruang lebih besar bagi seseorang untuk merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, membantu orang lain, serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Melalui Program KEJAR, OJK bersama industri jasa keuangan dan seluruh pemangku kepentingan terus mendorong perluasan kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar.

Selama periode September 2025 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 679.000 rekening pelajar barutelah dibuka. Selain itu, telah dilaksanakan lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School di 122 ribu sekolah.

Berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi juga telah dilaksanakan dengan menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, rangkaian Hari Indonesia Menabung 2026 turut memprioritaskan Sekolah Rakyat sebagai salah satu sasaran utama peningkatan literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar.

Peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera menjadi salah satu segmen penting dalam perluasan akses dan edukasi keuangan. Sekolah Rakyat menjadi salah satu entry point strategis untuk menanamkan budaya menabung serta memperluas literasi dan inklusi keuangan secara merata kepada pelajar dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia.

Literasi Keuangan Terus Diperkuat

Dari sisi literasi keuangan, OJK terus mengorkestrasi berbagai program edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar edukasi keuangan dapat berlangsung secara masif, merata, dan berkelanjutan.

Sepanjang 2026 hingga Agustus 2026, OJK telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi keuanganyang menjangkau 12,2 juta peserta.

Melalui sinergi dan kolaborasi dalam GENCARKAN, telah dilaksanakan pula 18.308 kegiatan edukasi langsung dengan menjangkau 3,2 juta peserta, serta 22.797 kegiatan edukasi digital yang menjangkau 167,8 juta peserta.

Penguatan literasi keuangan juga dilakukan melalui program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI. Hingga saat ini, program tersebut telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia.

Sementara dari sisi infrastruktur literasi digital, LMS Edukasi Keuangan (LMSKU) telah dimanfaatkan oleh 142.613 pengguna, sedangkan minisite Sikapi Uangmu telah menerbitkan 253 konten dengan total 2,4 juta views.

Sebagai bagian dari puncak kegiatan HIM dan BLK 2026, OJK turut menyelenggarakan penganugerahan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award dan Financial Literacy Award.

KEJAR Award diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang aktif mendukung implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), baik melalui pembukaan rekening, publikasi, sosialisasi, maupun edukasi.

Sementara itu, Financial Literacy Award merupakan bentuk apresiasi kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), pemangku kepentingan, pemerintah daerah, Duta Literasi Keuangan Indonesia, serta komunitas yang berperan aktif dalam mendorong peningkatan literasi keuangan secara masif dan merata.

Dalam KEJAR Award 2026, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) meraih penghargaan sebagai Bank Implementasi KEJAR Terbaik Subkategori Bank Pembangunan Daerah Wilayah Sulawesi.

Selain Bank Sultra, PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) Provinsi Sulawesi Tenggara juga meraih penghargaan pada subkategori BPR/BPRS Wilayah Sulawesi.

Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah pemerintah daerah. Provinsi Sulawesi Tenggara meraih penghargaan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Regional Sulawesi, sedangkan Kota Kendari meraih penghargaan pada kategori Kota/Kabupaten Regional Sulawesi.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong semangat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK berharap budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda dan diiringi kemampuan mengelola keuangan secara bijak serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat.

Sinergi OJK bersama pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *