Tarung Pilrek UHO, Prof. Takdir Saili Bawa Misi Besar Jadikan Kampus Lebih Inovatif dan Berdampak

KENDARI, Lensainformasi.com — Prof. Dr. Takdir Saili, M.Si., resmi mendaftar sebagai bakal calon rektor Universitas Halu Oleo periode 2026-2030, pada Rabu (20/5/2026).

Pada pertarungan menjadi orang nomor satu di UHO tersebut, Prof. Takdir komitmen mendorong penguatan inovasi penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan bahwa visi dan misi resmi pencalonannya akan dipaparkan pada 29 Juni mendatang. Meski demikian, Takdir menjelaskan arah kebijakan yang disiapkan tetap berlandaskan pada tiga pilar utama perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Secara resmi penyampaian visi-misi nanti dilaksanakan tanggal 29 Juni. Namun secara garis besar, tentu tidak akan keluar dari tugas utama perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Takdir kepada Lensainformasi, Kamis (21/5/2026).

Menurut Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat UHO itu, pengembangan riset di lingkungan kampus tidak boleh hanya berorientasi pada publikasi ilmiah atau kebutuhan kenaikan jenjang karier dosen semata.

Ia ingin penelitian di kampus mampu melahirkan inovasi yang aplikatif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau penelitian hanya berujung pada publikasi untuk pengembangan karier dosen, itu sudah menjadi hal biasa. Yang ingin kita dorong adalah penelitian inovatif yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Akademisi senior itu menilai, arah pengembangan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan karya-karya inovatif dan solutif.

Takdir mencontohkan, fakultas berbasis sains dan terapan memiliki potensi besar menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Misalnya ada inovasi dari Fakultas Pertanian, Perikanan, maupun Peternakan yang mampu menghasilkan produk dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Itu yang menjadi sasaran utama pengembangan inovasi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk rumpun ilmu sosial, pemerintahan, dan hukum, ia berharap lahir berbagai rekomendasi kebijakan maupun sistem yang dapat mendukung tata kelola pemerintahan serta pembangunan masyarakat.

“Kalau bidang pemerintahan atau hukum, mereka bisa menghasilkan kebijakan atau sistem yang berdampak bagi pengembangan masyarakat dan tata kelola pemerintahan. Itu juga bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi,” ujarnya.

Untuk mendukung visi tersebut, Direktur Pascasarjana UHO itu mengaku tengah mendorong pembentukan sistem riset yang lebih terstruktur melalui kelompok-kelompok penelitian berbasis keilmuan.

Menurutnya, pola penelitian yang bersifat insidental tidak lagi relevan dengan tantangan pengembangan perguruan tinggi ke depan.

“Kita tidak bisa lagi mengandalkan penelitian yang sifatnya kebetulan atau eksidental. Karena itu, kita mulai membangun sistem dan struktur riset yang jelas,” katanya.

Saat ini, pihaknya juga tengah melakukan inventarisasi potensi riset di seluruh fakultas guna membentuk pusat-pusat penelitian atau research center sesuai bidang unggulan masing-masing.

“Setiap fakultas nantinya memiliki kelompok riset dengan keunggulan tertentu. Dari unggulan itulah kemudian dikembangkan agar menghasilkan dampak yang lebih luas,” tambahnya.

Takdir optimistis, ketika sistem penelitian berjalan baik, para dosen dan peneliti akan lebih mudah memperoleh dukungan pendanaan sekaligus mengembangkan hasil riset menjadi produk yang berkelanjutan.

Selain memaparkan gagasan pengembangan kampus, Takdir juga mengungkap alasan dirinya maju dalam pemilihan rektor UHO.

Ia menyebut pencalonannya didasari pengalaman panjang dalam berbagai posisi strategis di lingkungan kampus.

“Mulai dari kepala laboratorium, ketua jurusan, dekan, ketua senat universitas, direktur pascasarjana, hingga sekarang menjadi wakil rektor, semua tahapan sudah saya lewati. Tinggal satu tahap lagi, yakni rektor,” ungkapnya.

Ia juga menilai momentum pemilihan rektor kali ini sebagai kesempatan terakhirnya untuk mengabdi pada posisi tertinggi dalam struktur kepemimpinan universitas.

“Dari segi waktu, ini kesempatan terakhir saya. Dengan posisi rektor nantinya, gagasan-gagasan pengembangan kampus bisa langsung diimplementasikan secara lebih maksimal,” ujarnya.

Dalam proses pemilihan rektor, Takdir menekankan pentingnya menjaga suasana demokratis dan menghindari praktik saling menjatuhkan antarkandidat.

“Kita jalan masing-masing saja, jangan saling menjelekkan. Saya ingin proses ini berjalan baik dan seluruh anggota senat memiliki kebebasan menentukan pilihannya tanpa tekanan,” katanya.

Ia berharap, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai rektor dapat merangkul seluruh elemen kampus demi menjaga keharmonisan dan keberlanjutan pengabdian di lingkungan universitas.

“Kalau saya menang, semua mari ikut bekerja bersama. Kalau saya kalah, saya juga tetap ikut mendukung yang terpilih. Karena pada akhirnya kita semua tetap mengabdi untuk kampus yang sama,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *